Semangat ber-IKAPETE

IKAPETE Bersatu, Berkarya, Bermanfaat dan Berkah untuk Indonesia dan Dunia

Pengabdian ber-IKAPETE

Jangan Tanyakan Apa yang Kamu Terima namun Tanyakan Apa yang Telah Kau Abdikan

Tuesday

Pos Kesehatan FPT 2025: Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah

Dalam rangka memeriahkan Festival Pesantren Tebuireng 2025, panitia menyediakan Pos Kesehatan yang melayani berbagai kebutuhan kesehatan bagi para peserta. Pos kesehatan ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan edukasi pentingnya kesehatan lahir dan batin, serta sebagai sarana edukasi dan pelayanan kesehatan.

Berlokasi strategis di sekitar area utama festival, Pos Kesehatan membuka layanan konsultasi medis, pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, bekam sunnah, hingga aksi donor darah yang terbuka bagi seluruh peserta dan pengunjung.

“Kami ingin semua yang hadir tidak hanya merasakan kemeriahan acara, tetapi juga merasa nyaman karena ada layanan kesehatan yang siaga dan bisa dimanfaatkan kapan saja,” ujar salah satu petugas kesehatan.

Berbagai Layanan untuk Semua Kalangan

Pos kesehatan ini dikelola oleh tim medis profesional yang bekerja sama dengan relawan dan tenaga medis dari berbagai instansi kesehatan dan komunitas. 

Donor darah menjadi salah satu program unggulan sebagai wujud kontribusi sosial dari para santri dan alumni untuk membantu sesama.

“Kami mengajak semua yang hadir, jika memenuhi syarat dan dalam kondisi sehat, untuk berkenan mendonorkan darah. Setetes darah Anda sangat berarti bagi yang membutuhkan,” tambah koordinator kegiatan tersebut.

Dukungan Penuh untuk Festival agar Sehat dan Bermakna

Dengan layanan ini, panitia berharap Festival Pesantren Tebuireng tidak hanya meriah secara spiritual, sosial, dan budaya, tetapi juga menjadi ajang yang menyehatkan dan menebar manfaat.

Pos Kesehatan akan aktif selama kegiatan di area Halaman Pondok Putri Pesantren Tebuireng, beriringan dengan seluruh rangkaian kegiatan besar lainnya.

Mari manfaatkan layanan yang tersedia dan ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan lewat donor darah!

Sehat jiwa, sehat raga, kuat ukhuwah, dan terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan pesantren.

 

 

Pengumuman Pemenang Lomba Esai Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari di Festival Pesantren Tebuireng 2025

Festival Pesantren Tebuireng 2025 melalui gelaran Lomba Esai Pemikiran Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, yang pesertanya dari seluruh Indonesia, adapun pemenangnya telah dilakukan seleksi yang ketat dan professional hingga pada hari Sabtu, 18 April 2025, bertempat di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang dilakukan penjurian akhir untuk menetapkan pemenang.

 


Lomba yang menjadi bagian dari rangkaian acara Festival Pesantren Tebuireng 2025 ini diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE), dengan mengusung tema: 

“Pemikiran Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dan Relevansinya di Era Modern.”

 

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menggali, mengapresiasi, dan menghidupkan kembali pemikiranpemikiran luhur Hadratussyaikh, khususnya dalam bidang keislaman, pendidikan, sosial, dan kebangsaan, serta melihat relevansinya di tengah dinamika zaman modern.

Tahapan Seleksi yang Ketat dan Objektif

Dari 258 esai yang masuk melalui email, panitia melakukan seleksi ketat dan berlapis, yang mencakup:

·       Seleksi administrasi dan kesesuaian tema 

·       Penilaian substansi oleh 7 dewan juri independen 

·       Uji plagiarisme dan validasi keaslian naskah 

·       Penilaian berdasarkan enam aspek utama: 

ü  Kualitas Isi (30%) 

ü  Struktur dan Sistematika Penulisan (20%) 

ü  Sumber Referensi dan Kredibilitas Data (15%) 

ü  Kreativitas dan Gaya Penulisan (15%) 

ü  Ketepatan Waktu Pengiriman (10%) 

ü  Kepatuhan terhadap Ketentuan Teknis (10%)

Dari hasil rekapitulasi nilai, dewan juri menetapkan 10 esai terbaik, dan dari sana dipilih 3 juara utama.

 

Inilah Tiga Pemenang Utama Lomba Esai:                                                    

·       Juara 1. Bey Arifin, dengan judul: Jembatan Dua Zaman: Pemikiran KH. Hasyim Asy'ari sebagai Solusi Tantangan Era Digital

·       Juara 2. Layyin Nafisa, dengan judul: Reinventing Ta’awun: Aplikasi Konsep Tolong Menolong KH. Hasyim Asy’ari di Era Keuangan Digital

·       Juara 3. Ajeng Firdaus, dengan judul: Adab Sebelum Ilmu: Membangun Fondasi Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari

·       Harapan 1. Salsabila Firdaus, dengan judul: Integrasi Akhlak dan Tradisi Pesantren dalam Gagasan Pendidikan Mbah Hasyim Asy'ari

·       Harapan 2. Yusrina Salma, dengan judul: Warisan Perjuangan KH. Hasyim Asy’ari: Melawan Penjajahan Fisik dan Wacana di Bumi Pertiwi

Pengumuman ini ditutup dengan penyerahan hadiah, kepada para pemenang tidak dipungut biaya dan dimohon hadir saat penyerahan yang dilaksanakan dalam Festival Pesantren Tebuireng pada Sabtu, 26 April 2025 dalam rangkaian acara Halal Bi Halal dan Temu Alumni Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng, sebagai bagian dari puncak perhelatan Festival.

Melalui kegiatan ini, IKAPETE berharap semangat pemikiran Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari terus menjadi inspirasi lintas generasi dalam menjawab tantangan zaman dengan kearifan nilainilai pesantren.

Wednesday

Anggap seng Ngundang iku Hadhrotusyekh

 





“Nek rumongso ijek urip, ijek urip, ijek onok nyowo ne, nek Halal Bi Halal teko'o!”
“Anggap seng Ngundang iku Hadhrotusyekh”

KH. Ahmad Mustain Syafi’i




Saturday

Festival Pesantren Tebuireng 2025 Siap Digelar, Deretan Acara Spesial Siap Menyambut Ribuan Pengunjung

Pesantren Tebuireng kembali menggelar hajatan akbar bertajuk Festival Pesantren Tebuireng 2025 pada 23–26 April 2025 mendatang. Acara ini akan dipusatkan di Halaman Pondok Putri Pesantren Tebuireng, dan akan menghadirkan berbagai kegiatan unik, inspiratif, sekaligus mempererat tali ukhuwah antar alumni dan masyarakat luas.

Mengusung semangat silaturahmi, kepedulian sosial, dan pelestarian nilai-nilai pesantren, festival ini menyuguhkan lebih dari sepuluh kegiatan utama yang menarik dan terbuka untuk umum.

Berikut adalah sejumlah agenda istimewa yang siap menyambut kehadiran para santri, alumni, dan masyarakat:


🎁 Alumni Berbagi – Pasar Murah

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian alumni Pesantren Tebuireng terhadap masyarakat sekitar, dengan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

🎭 Pagelaran Seni dan Budaya

Panggung terbuka untuk menampilkan kreasi seni tradisional dan kontemporer dari para santri dan alumni, sekaligus sebagai ruang pelestarian budaya pesantren.

 


🏆 Lomba-Lomba

Berbagai kompetisi diadakan seperti Lomba Esai Nasional, Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK), Festival Mars dan Hymne IKAPETE, hingga Festival Tari Saman, sebagai wadah kreativitas dan prestasi santri.


🛍️ Expo dan Bazar – Santri Business Forum

Pameran dan bazar produk unggulan dari santri dan alumni, mulai dari kuliner, fashion, hingga karya kreatif yang menggambarkan semangat kemandirian santri.


📖 Khotmil Qur’an 11 Majelis

Serentak digelar di 11 majelis, kegiatan ini menjadi penanda spiritualitas santri dan alumni dalam memuliakan Al-Qur’an.


🕌 Jumatan Bersama Pengasuh

Momentum kebersamaan spiritual yang menjadi pengikat antara santri, alumni, dan pengasuh pesantren.

🎓 Tali Asih Bagimu Guru & Santunan Anak Yatim

Dua kegiatan penuh makna yang meneguhkan nilai-nilai kepedulian, penghormatan kepada guru, dan kasih sayang kepada anak-anak yatim.


☕ BISA NGOPI – Bincang Inspiratif Bareng Ahmad Dhani dan Kyai-Bu Nyai Tebuireng

Sesi ngobrol santai namun bermakna dengan musisi nasional Ahmad Dhani serta Kyai dan Nyai Tebuireng, membahas seni, nilai spiritual, dan peran pesantren dalam kehidupan modern.



🌙 Tahlil Akbar & Haul Masyayikh – Halal Bi Halal & Temu Alumni Nasional

Acara puncak yang menyatukan ribuan alumni dari berbagai generasi untuk bersama mendoakan para masyayikh Tebuireng, memperkuat ikatan dan komitmen melanjutkan perjuangan Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.





Festival ini terbuka untuk umum dan diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk alumni, tokoh nasional, santri dari pesantren alumni, serta masyarakat luas.

Ketua Panitia Festival, Dr. Hj. Khoirotul Idawati, M.Pd.I, menyampaikan bahwa festival ini adalah bentuk cinta terhadap pesantren dan semangat menjaga warisan perjuangan para pendiri.

“Kami mengundang seluruh keluarga besar Tebuireng dan masyarakat untuk hadir dan menjadi bagian dari perjalanan spiritual, kultural, dan sosial ini,” ujarnya.

Jangan lewatkan momen penuh inspirasi dan kebersamaan ini. Catat tanggalnya, 23–26 April 2025, dan mari kita bertemu di Festival Pesantren Tebuireng 2025.

Friday

Liriknya Menggugah! Mars dan Hymne IKAPETE, Spirit Cinta Almamater Tebuireng Terus Digelorakan

Sebagai bagian dari rangkaian Festival Pesantren Tebuireng 2025, lomba Mars dan Hymne IKAPETE kembali digelar dan menjadi salah satu momen paling menggugah semangat kebersamaan dan cinta almamater.


Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, baik santri aktif maupun alumni dari berbagai daerah.

Tujuan utama dari lomba ini bukan semata-mata kompetisi, melainkan untuk membumikan kembali Mars dan Hymne IKAPETE, mempererat solidaritas antaralumni, dan membangkitkan semangat kebanggaan terhadap almamater Pesantren Tebuireng.

“Mars dan hymne IKAPETE bukan sekadar lagu, tapi simbol perjuangan, identitas, dan cinta kita sebagai bagian dari keluarga besar Pesantren Tebuireng,” ujar salah satu panitia lomba.

Melalui irama dan lirik yang menggugah, mars dan hymne ini menjadi pemersatu lintas angkatan, lintas generasi, dan lintas profesi dalam satu semangat: ber-IKAPETE dengan bangga dan berkontribusi nyata untuk umat dan bangsa.

Mars IKAPETE




Hymne IKAPETE






Lomba ini menjadi ruang ekspresi penuh semangat bagi para santri dan alumni untuk menampilkan kreativitas dalam aransemen dan penyajian, tanpa mengurangi makna dan keagungan lagu-lagu tersebut.

Selain memperkuat identitas kelembagaan, lomba ini juga menjadi bagian dari upaya regenerasi nilai dan semangat IKAPETE kepada para santri muda dan alumni baru.

“Kami ingin setiap anggota IKAPETE tidak hanya hafal lagunya, tapi juga meresapi ruh perjuangannya. Lagu-lagu ini bisa menjadi pengingat akan misi besar kita sebagai santri dan alumni Tebuireng,” tambah panitia.

Lomba Mars dan Hymne IKAPETE menjadi satu dari rangkaian kegiatan dalam Festival Pesantren Tebuireng 2025 yang puncaknya pada tanggal 26 April 2025 dalam kemasan acara Tahlil Akbar dan Temu Alumni Nasional di Halaman Pondok Putri Pesantren Tebuireng.

Dengan lomba ini, panitia berharap nilai-nilai perjuangan, cinta pesantren, dan solidaritas alumni terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Ber-IKAPETE bukan hanya bangga, tapi juga mengabdi.


Panggung Utama yang wajib dihadiri pada Festival Pesantren Tebuireng 2025

Festival Pesantren Tebuireng 2025 akan segera digelar pada 23–26 April 2025, dengan pusat kegiatan di halaman Pondok Putri Pesantren Tebuireng. Perhelatan akbar ini menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antara santri, alumni, tokoh nasional, serta masyarakat umum melalui beragam kegiatan inspiratif dan penuh makna.


Festival tahun ini mengusung semangat menjaga solidaritas, memperkuat ukhuwah islamiyah, dan melanjutkan perjuangan nilai-nilai pesantren. Kegiatan akan tersebar di beberapa titik lokasi di lingkungan Pesantren Tebuireng, dengan panggung utama berada di halaman Pondok Putri Pesantren Tebuireng.

Ketua Panitia Festival, Dr. Hj. Khoirotul Idawati, M.Pd.I, menyampaikan bahwa festival ini merupakan momentum berkumpulnya berbagai elemen pesantren untuk berbagi semangat, inspirasi, dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Festival ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi pertemuan spiritual, kultural, dan intelektual antara santri, alumni, dan para tokoh untuk meneruskan perjuangan pesantren di zaman kini,” ujarnya.

Rangkaian Acara Penuh Warna dan Makna

Dalam empat hari pelaksanaan, rangkaian acara akan digelar secara meriah dan partisipatif. Beberapa di antaranya:

  • Alumni Berbagi – Pasar Murah, bentuk kepedulian alumni kepada masyarakat sekitar.
  • Pagelaran Seni dan Budaya: Panggung ekspresi santri melalui seni tradisional dan modern.
  • Lomba-Lomba: Esai Nasional, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), Festival Mars dan Hymne IKAPETE, dan Tari Saman.
  • Santri Business Forum – Expo & Bazar: Wadah promosi produk unggulan santri dan alumni.
  • Khotmil Qur’an 11 Majelis: Kegiatan spiritual yang menyatukan santri dan alumni dalam lantunan ayat suci.
  • Jumatan Bersama Pengasuh, Tali Asih Bagimu Guru, dan Santunan Anak Yatim sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada guru dan generasi penerus.

Yang paling dinanti adalah program BISA NGOPI (Bincang Santai, Ngobrol Partisipatif dan Inspiratif), menghadirkan musisi papan atas Ahmad Dhani bersama KH. Musta’in Syafi’i serta para Kyai dan Nyai Tebuireng. Sesi ini akan membahas nilai-nilai spiritual, budaya, dan keberagaman dari perspektif pesantren dan seni.


Puncak Acara: Haul dan Halal Bi Halal Nasional

Festival akan ditutup dengan Tahlil Akbar & Haul Masyayikh Tebuireng, yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal dan Temu Alumni Nasional. Ribuan alumni dari berbagai generasi dan profesi dijadwalkan hadir dalam momen puncak ini, untuk mendoakan para masyayikh dan memperkuat ikatan antar alumni.


Panitia memperkirakan ribuan peserta akan mengikuti festival tahun ini, termasuk santri dari pesantren cabang, alumni dari berbagai daerah, serta tokoh nasional dan ulama terkemuka.

“Kami ingin menjadikan Festival Pesantren Tebuireng sebagai tradisi tahunan yang tak hanya menguatkan silaturahim, tapi juga menjadi ruang pertumbuhan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kewirausahaan berbasis pesantren,” tambah Khoirotul Idawati.

Festival ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi agenda penting dalam mempertemukan kekuatan spiritual dan sosial umat di tengah dinamika zaman.


Dokumentasi Halal Bihalal tahun sebelumnya (2023, 2024)

HBH IKAPETE 2023

HBH IKAPETE 2024





Santri Business Forum menampilkan Expo dan Bazar pada Festival Pesantren Tebuireng

 

Dalam rangkaian Festival Pesantren Tebuireng 2025, kegiatan bertajuk Santri Business Forum resmi digelar mulai tanggal 23 hingga 26 April 2025. Bertempat di halaman Pondok Putri Pesantren Tebuireng, forum ini menampilkan Expo dan Bazar yang menghadirkan produk-produk unggulan dari para santri, alumni, dan pelaku usaha lokal.

Kegiatan ini menjadi salah satu magnet dalam festival tahun ini. Selain menyemarakkan suasana, Expo dan Bazar memberi ruang strategis bagi santri dan alumni untuk menunjukkan semangat kewirausahaan di tengah perkembangan zaman.

“Santri Business Forum adalah bukti bahwa dunia pesantren tidak hanya berbicara soal ilmu dan akhlak, tapi juga kemandirian ekonomi. Melalui forum ini, santri dan alumni bisa berjejaring, mempromosikan produk, dan mengasah jiwa entrepreneur mereka,” ujar salah satu panitia festival.

Stand-stand yang tersedia menampilkan berbagai produk mulai dari kuliner khas pesantren, kerajinan tangan, fashion muslim, herbal, hingga layanan jasa digital. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi santri yang ingin belajar langsung bagaimana mengelola usaha secara nyata.

Dibuka sejak Rabu sore (23/4), kegiatan ini langsung menarik perhatian pengunjung, baik dari kalangan alumni, wali santri, maupun masyarakat umum. Suasana bazar terasa hangat dan ramai hingga malam hari.

Bazar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung selama Festival Pesantren Tebuireng 2025, yang mengangkat semangat kolaborasi, kemandirian, dan keberlanjutan nilai-nilai pesantren.

“Semoga ke depan, forum-forum seperti ini bisa rutin digelar, bahkan diperluas hingga ke pesantren cabang dan komunitas alumni di berbagai daerah,” harap salah satu peserta expo dari kalangan alumni.

Festival yang digelar selama empat hari ini juga akan menampilkan berbagai kegiatan menarik lainnya seperti pagelaran seni budaya, Musabaqah Qiroatil Kutub, dialog inspiratif bersama tokoh nasional, serta Tahlil Akbar dan Haul Masyayikh pada malam puncak.


Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi pendaftaran, silakan hubungi:

·       M. TAJUS SYAROF (0812-3490-0560)

·       M. ROZY (0813-3564-6220)

Download Juknis Bazar


Meriahkan Festival Tebuireng 2025, Beragam Lomba Santri dan Alumni Digelar


 

Festival Pesantren Tebuireng 2025 semakin semarak dengan digelarnya berbagai lomba bernuansa edukatif, seni, dan budaya. Sejumlah kompetisi dilaksanakan mulai tanggal 23 hingga 26 April 2025 di area Halaman Pondok Putri Pesantren Tebuireng.

Lomba-lomba ini menjadi bagian penting dari rangkaian agenda utama dalam Festival Pesantren Tebuireng yang mengusung semangat kreativitas, kolaborasi, dan penguatan nilai-nilai pesantren.

Adapun jenis lomba yang digelar antara lain:

  • Lomba Esai: Mengangkat tema pemikiran, perjuangan, dan relevansi pesantren di era modern. Lomba ini terbuka untuk kalangan santri, mahasiswa, hingga umum, dan menjadi ruang reflektif serta literasi pesantren.

  • Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK): Lomba membaca dan memahami kitab kuning ini menjadi ajang adu kemampuan keilmuan klasik khas pesantren, dengan peserta dari berbagai daerah.

  • Festival Mars dan Hymne IKAPETE: Kompetisi yang bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap almamater IKAPETE, sekaligus memperkuat identitas dan semangat persatuan antaralumni.

  • Lomba Tari Saman: Diikuti oleh kelompok santri putri dari berbagai pondok lingkup IKAPETE, lomba ini menampilkan kekompakan, ketangkasan, dan kreativitas dalam melestarikan budaya Nusantara.

Panitia menyampaikan bahwa seluruh lomba ini tidak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah ekspresi dan kontribusi santri serta alumni terhadap nilai-nilai luhur pesantren.

“Festival ini menjadi panggung kolaboratif. Lomba-lomba yang kami adakan diharapkan bisa menggali potensi santri secara utuh—baik dalam intelektual, seni, maupun budaya,” ujar salah satu panitia bidang lomba.

Seluruh kegiatan lomba disambut antusias oleh peserta dan pengunjung. Sorak dukungan serta kekompakan peserta menambah semarak suasana festival yang digelar selama empat hari tersebut.

Festival Pesantren Tebuireng 2025 menjadi momentum berharga untuk mempererat ukhuwah, menghidupkan kembali semangat perjuangan pesantren, dan memberi ruang kreatif bagi generasi santri dan alumni di tengah tantangan zaman.

Rangkaian kegiatan Festival Pesantren Tebuireng tahun 2025 diadakan lomba-lomba antara lain:

- Lomba Esai, batas akhir pengumpulan 12 April 2025 download juknis lomba

- Lomba MQK, pelaksanaan 24 April 2025, download juknis lomba

- Lomba Paduan Suara Mars & Hymne IKAPETE (online & offline), pelaksanaan 24 April 2025, download juknis lomba


Mars IKAPETE

Hymne IKAPETE


- Lomba Tari Saman, pelaksanaan 25 April 2025, download juknis lomba

Sunday

Pimpin Pesantren Tebuireng, Ini Komitemen Gus Kikin Kedepan


Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur kini dipimpin KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menggantikan almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Salah satu pesantren yang cukup besar di Indonesia ini masih menjadi rujukan beberapa santri tanah air. Perjuangan dan kiprah muassis dan penerusnya mampu menjadikan Pesantren Tebuireng demikian membanggakan.

Posisi Gus Kikin sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng dipersiapkan langsung oleh Gus Sholah menggantikan dirinya sebelum wafat. Tepat pada 31 Januari 2019 lalu Gus Sholah mengundang keluarga besar Pesantren Tebuireng, mereka adalah orang-orang yang memiliki nasab yang tersambung langsung dengan Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari. Pada forum ini kemudian Gus Sholah membahas terkait wakilnya, Gus Kikin. Forum itu juga menyepakati Gus Kikin sebagai wakil pengasuh.


Sebelum jauh melangkah, Gus Kikin mengaku belakangan gencar melakukan konsolidasi di internal Pesantren Tebuireng. Mulai jajaran pengelola pesantren hingga stakeholder di lingkungan pendidikan formal. Hal ini menjadi prioritas dalam jangka waktu pendek untuk membangun kesolidan dan menyamakan misi dalam meneruskan peninggalan-peninggalan muassis Pesantren Tebuireng dan generasi-generasi setelahnya.

"Dalam waktu pendek ini saya konsolidasi internal, di Pondok Pesantren Tebuireng ini kan ada beberapa lembaga," katanya kepada NU Online saat ditemui di ndalem kesepuhan, Kamis (13/2) lalu.   

Langkah-langkah Gus Sholah dalam memajukan Pesantren Tebuireng yang sudah dirintis sebelumnya akan diteruskan oleh Gus Kikin. Di antaranya seperti pengembangan Pesantren Tebuireng melalui pendirian sejumlah cabang di berbagai daerah. Kini Pesantren Tebuireng sudah berdiri 15 pesantren, terakhir berdiri di Samarinda.

Gus Kikin mengaku cabang-cabang Pesantren Tebuireng yang sudah berjalan itu akan terus dikembangkan. Hal ini penting dilakukan demi terwujudnya syiar agama Islam sebagaimana yang dilakukan oleh Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari dan generasi-generasi penerusnya. Melalui cabang pesantren itu, ajaran Islam kian membumi di Nusantara.

"Terakhir saya ke Samarinda melakukan peletakan batu pertama cabang Pesantren Tebuireng 15 pada 2019 kemarin," ujarnya.   

Bahkan menurutnya, pengembangan sejumlah cabang Pesantren Tebuireng tersebut menjadi langkah prioritas setelah dirinya melakukan konsolidasi dengan internal stakeholder pesantren dan lembaga pendidikan formal Tebuireng. Beberapa daerah yang telah berdiri cabang Pesantren Tebuireng antara lain di Pandeglang, Banten, Indragiri Hilir, Riau, dan Rejang Lebong, Bengkulu.

"Jangka pendek dan menengah ya kita mengembangkan cabang-cabang pesantren Tebuireng, pembangunan fisik gedung hingga ke kampus. Itu kan masih banyak yang perlu dilanjutkan," ungkapnya.   

Dunia pesantren memang tidak bisa lepas dengan perihal ajaran agama Islam. Antarkeduanya harus saling menyatu, terlebih keberadaan pesantren harus senantiasa mendukung mensyiarkan ajaran-ajaran agama Islam. Seperti halnya Pesantren Tebuireng, selama ini komitmen menguatkan ajaran-ajaran keagamaan. Pesantren ini juga berupaya menangkap perkembangan zaman dengan tidak menghilangkan nilai-nilai dan prinsip keagamaan. Sehingga pengetahuan atau sains di sini terus berkembang, terbukti dengan adanya SMA Transains Tebuireng.

Menurut pandangan Gus Kikin, pesantren memang harus mampu melahirkan santri-santri yang cakap dalam berbagai bidang, di samping bidang agama yang paling utama, bidang pengetahuan umum juga tak boleh dilewati. Pesantren sebagai induk atau wadah penggemblengan santri, harus bisa menjawab kebutuhan-kebutuhan santri dalam meningkatkan potensi-potensinya.   

"Kita harus mengisi bidang-bidang, terutama bidang agama, karena ini sangat penting dengan pengaruh luar biasa, pengaruh global, kemudian datangnya informasi yang demikian cepat di gatget," tuturnya.

Pola Kepemimpinan Pesantren Tebuireng 
Secara spesifik, Gus Sholah tidak mewarisakan pola kepemimpinan Pesantren Tebuireng kepada Gus Kikin. Pasalnya, memimpin sebuah organisasi secara umum nyaris tidak ada perbedaan, begitu juga dengan dunia pesantren. Yang paling penting adalah komitmen untuk memajukan sebuah organisasi. Dalam pandangannya Gus Sholah, Gus Kikin dinilai mampu melanjutkan laju kepemimpinan Gus Sholah dengan bekal pengalaman beberapa organisasi dan perusahaan yang dia pimpin selama ini.   

"Tidak ada. Dan beliau tidak pernah menekankan sesuatu untuk bagaimana memimpin. Jadi beliau selalu ngomong, sampean kan sering memimpin, karena di dalam manajemen kan ada beberapa perusahaan. Atas dasar itulah Gus Sholah mengatakan, iya sudah lah nanti cari tahu sendiri nanti sampean akan tahu sendiri," ujarnya.

Yang menjadi prinsip dirinya dalam memimpin adalah segala hal yang sudah diwariskan oleh pendiri Pesantren Tebuireng, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari. Gus Kikin mengaku perlu melakukan kajian-kajian lebih mendalam tentang pola yang sudah dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) pada masanya. Termasuk mendalami sejumlah kitab yang dia karangnya.   

Demikian itu menurutnya cukup bisa menjadi pegangan dalam memimpin Pesantren Tebuireng ke depan. "Nah saya perlu mendalami lagi apa yang ditinggalkan oleh muassis Pesantren Tebuireng Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari, itu yang akan diperkuat. Termasuk kitab-kitabnya mungkin juga perlu untuk kita gali, paling tidak di kitab Irsyadus syari kita juga belum tuntas menggali apa yang ditinggalkan oleh Hadratussyekh," jelasnya.

Ia mengemukakan, salah satu yang diajarkan Mbah Hasyim adalah selalu bermusyawarah membahas segala persoalan yang terjadi, begitu juga degan topik kemajuan syiar agama melalui pesantren. Forum-forum musyawarah seperti itu diakui Gus Kikin juga dilakukan saat kepemimpinan Gus Sholah dan akan dilanjutkan di masa kepemimpinannya.   

"Saya tetap memperdalam apa yang dilakukan oleh Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari di sini. Beliau awal-awal kan selalu musyawarah. Dan forum-forum musyawarah ini juga sudah dimulai oleh Gus Sholah, misalnya majelis keluarga. Jadi ada sembilan orang dari majelis keluarga, itu masing-masing mewakili dari putra Hadratussyekh. Ada banyak hal yang dibahas," pungkasnya. 

Sumber

Gus Setelah Gus

Sudah lebih dua tahun Gus Sholah terus memikirkan ini: siapa yang akan menggantikannya. Sebagai Kyai Tebu Ireng. Juga sebagai 'CEO' pondok pesantren 'bintang sembilan' di Jombang, Jatim itu.

Kesehatan Gus Sholah --nama lengkapnya KH Salahuddin Wahid-- memang terus menurun. Bahkan sejak sebelum dua tahun lalu.
Saya termasuk yang sesekali diajak bicara soal kesehatan. Beliau juga terus mengikuti perkembangan kesehatan saya. Sejak transplan hati sampai stemcell pun sampai aorta dissection.
Gus Sholah adalah orang yang sebenarnya tidak mau menjadi pimpinan puncak Tebu Ireng. Tapi setelah Gus Dur meninggal dunia siapa lagi kalau bukan adiknya itu.
Dari segi pendidikan pun Gus Sholah tidak pernah di pondok pesantren. Waktu beliau kecil ayahanda beliau menjabat menteri agama: KH Wahid Hasyim. Tinggalnya lebih banyak di Jakarta. Maka anaknya pun disekolahkan di Jakarta.
Dan ketika sudah waktunya kuliah Gus Sholah dimasukkan ke ITB Bandung. Jurusan teknik arsitektur pula. Jadilah Gus Sholah seorang arsitek.
Setelah lulus ITB beliau bekerja di dunia ilmunya. Termasuk bekerja di perusahaan konstruksi.
Waktu itu di Tebu Ireng belum memerlukan beliau. Masih banyak kyai besar di sana. Tapi Kyai-kyai sepuh itu satu persatu wafat.
Maka orang seperti Drs Yusuf Hasyim didaulat menjadi orang tertinggi di Tebu Ireng. Padahal paman Gus Dur itu lebih banyak tinggal di Jakarta --menjadi politisi NU tingkat nasional.
Mulailah Tebu Ireng dipimpin oleh yang bukan murni kyai --dalam pengertian hebat ilmu agamanya.
Yusuf Hasyim pun meninggal. Kyai-kyai sepuh yang masih berbau Bani Hasyim juga sudah tidak ada. Maka Gus Sholah-lah tokoh yang berbobot nasional. Yang dianggap paling layak memimpin Tebu Ireng. Meski juga bukan sosok kyai ulama. Nama Tebu Ireng sudah begitu menasional. Rasanya aneh kalau pimpinannya bukan tokoh nasional.
Ketokohan Gus Sholah dimulai sejak menjadi anggota MPR. Lalu menjadi Wakil Ketua Komnas Hak Asasi Manusia. Terakhir menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan capres Jenderal Wiranto.
Dengan meninggalnya Gus Sholah kemarin maka habislah generasi cucu Hasyim Asy'ari --Al Hadratus Syaikh.
Gus Sholah meninggal setelah operasi jantung di usia 77 tahun. Jenazahnya dimakamkan di dekat makam Gus Dur, kakaknya.
Maka siapa yang akan tampil berikutnya? Bukankah tidak ada lagi tokoh keluarga Bani Hasyim yang namanya sudah menasional? Bagaimana dengan menteri agama periode lalu, yang masih berbau Bani Hasyim?
Gus Sholah tidak pernah menyebut nama itu sebagai calon penggantinya di Tebu Ireng. Tapi tidak juga segera mengerucut siapa calon penggantinya.
Sampai-sampai Gus Sholah minta bantuan banyak aktivis yang dekat dengannya. Gus Sholah mengadakan semacam polling. Teman-temannya itu diminta menuliskan nama calon penggantinya kelak.
Salah satu yang sering ditanya adalah Mas'ud Adnan. Yang pernah menjadi Sekretaris Persatuan Alumni Santri Tebu Ireng. Mas'ud pernah menjadi Pemimpin Redaksi Harian Bangsa.
Gus Sholah, kata Mas'ud, memang suka mendengar. Termasuk mendengar pendapat orang lain. Pun pendapat para santri.
Tipe kepemimpinan Gus Sholah adalah demokratis. Orangnya sangat ngemong. Tidak banyak mau bicara. Sekali bicara suaranya sangat rendah dan lirih.
Tapi teman-teman aktivis yang diminta pendapat itu tidak ada yang mau memberi nama calon pengganti.
Di pesantren tidak ada kebiasaan polling seperti itu. Gus Sholah saja yang mau melanggar adat pesantren. Teman-temannya tetap memilih tawadhuk: terserah Gus Sholah saja. Siapa pun yang ditunjuk Gus Sholah akan didukung.
Baru belakangan Gus Sholah mau menyebut nama calon pengganti yang ia inginkan: KH Abdul Hakim Mahfudz. Panggilannya Gus Kikin.
Penyebutan nama Gus Kikin sudah sejak dua tahun lalu. Praktis semua orang di Tebu Ireng tahu bahwa Gus Kikin adalah Kyai Tebu Ireng in waiting.
Tapi Gus Kikin tidak pernah mau mulai tampil. Tidak ada tradisi putra mahkota di Tebu Ireng. Apalagi Gus Kikin bukan putra Gus Sholah, Yusuf Hasyim atau pun Gus Dur.
Gus Kikin adalah cicit KH Hasyim Asy'ari dari jalur wanita. Ibunya, Bu Nyai Abidah, adalah cucu KH Hasyim Asy'ari.
Sama dengan Gus Sholah, Gus Kikin ini juga tidak pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Tidak bisa membaca kitab kuning.
Tapi dari segi ekonomi Gus Kikin sangat mapan. Gus Kikin adalah pengusaha yang mapan. Termasuk pengusaha bidang minyak dan gas bumi.
Belakangan Gus Kikin juga punya stasiun TV lokal: BBS. Di Surabaya. Dan memang Gus Kikin adalah sarjana komunikasi. Dari Universitas Terbuka.
Bagaimana pun Gus Kikin masih termasuk Bani Hasyim. Dan yang dikehendaki oleh Gus Sholah untuk mendapat giliran berhenti memikirkan diri sendiri --pindah ke jalur pengabdian.
Maka Tebu Ireng segera memiliki kyai baru. Yang benar-benar baru: orangnya, latar belakang pendidikannya, pun profesi hidupnya.
Banyak kyai jadi pengusaha. Kini pengusaha ini, Gus Kikin, giliran yang jadi kyai.(Dahlan Iskan)

Ini Keunikan Gus Sholah Dibanding Kiai Lainnya

KH Sholahuddin Wahid yang akrab disapa Gus Sholah merupakan kiai yang unik. Beliau mungkin satu-satunya kiai sepuh di lingkungan NU dan pengasuh pondok pesantren besar di Indonesia yang bukan lulusan pesantren dan madrasah.
Gus Sholah juga tak seperti anak-anak kiai besar lain yang melanjutkan pendidikannya ke Timur Tengah untuk belajar agama Islam. Beliau memilih menjalani jenjang pendidikan di Tanah Air.


Almarhum Gus Sholah menyelesaikan pendidikan SD, SMP, dan SMA-nya di Menteng, Jakarta. Meskipun ayahnya mendirikan IAIN, Gus Sholah lebih memilih masuk ITB dalam bidang arsitektur.
Oleh karena itu, beliau selama ini berkarir di Jakarta sebagai seorang pengusaha. Pernah juga menjadi seorang politisi. Beliau memiliki banyak pengalaman yang berbeda dengan kiai-kiai lainnya.
Lama tenggelam dalam aktivitas bisnis dan politik di Jakarta rupanya tak menguras habis darah kiai yang mengalir di tubuhnya. Di ujung usianya, beliau balik ke kampung. Beliau memutuskan untuk mengelola pesantren tinggalan kakek dan ayahnya, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.
Akhirnya, di bawah tangan dingin Gus Sholah, Pesantren Tebuireng bergerak maju. Ia mengurus pesantren ini secara modern.
Seperti dilansir dari website NU Depok, sejumlah lembaga pendidikan baru didirikan. Ma’had Aly dalam bidang Hadits dan Ulumul Hadits dibangun. IKAHA pun telah berubah menjadi Universitas Hasyim Asy’ari Jombang.
Itulah sekelumit kenangan mengenai Gus Sholah. Seorang kiai berakhlak mulia, dan mempunyai banyak ilmu pengetahuan. Kita doakan Gus Sholah menunggu kita semua di surga, amin.

Friday

Pembukaan Temu Alumni Nasional XIV dengan Gelar Karya Alumni

Pesantren Tebuireng telah ramai dengan sejumlah alumni yang mempersiapkan diri untuk membuka stand usaha masing-masing dalam bazar. Acara Halal Bi Halal dan Temu Alumni Nasional XIV yang diadakan oleh Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) dibuka dengan bazar, berupa gelar karya alumni santri Tebuireng. Ada sekitar 13 bazar yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.
“Pada sore hari ini dari rangkaian temu alumni kita mulai dengan pembukaan karya alumni. Dimana dimulai dari tanggal 27 s.d 29 Juni 2019. Semoga acara ini mendapat kemudahan, kelancaran,” ucap Bapak Rofiq, selaku ketua panitia.


Pembukaan dihadiri oleh sebagian alumni yang sudah hadir dari berbagai daerah. “Semoga acara ini, senantiasa membawa manfaat dan berkah bagi kita semuanya. Gelar karya ini adalah rangkaian temu alumni 2019, mungkin sudah kesekian kali bazar ini menyertai acara temu alumni dan momen yang sebenarnya pas karena besok itu insyaallah santri baru akan datang sehingga bisa kita tunjukkan karya alumni semua. Kemudian, tentu acara ini acara yang sangat bermanfaat. Saya lihat mungkin sudah banyak yang membuka stand, kalau bisa tahun depan pembukaan sudah ada yang harus dinikmati. Alumni Tebuireng memang harus macam-macam, ada yang calon-calon pengusaha, ada yang mungkin pedagang, ada yang kuliner, ada yang juragan. Ada yang pelukis. Semoga acara ini berjalan dengan baik dan sukses,” tutur Gus Fahmi, pengasuh Pondok Putri Pesantren Tebuireng.

Dengan ucapan basmallah, Gus Fahmi membuka acara dengan pemotongan pita, diiringi suara tepuk para hadirin. Acara resmi dimulai. Bapak Abdul Malik selaku Steering Committe (SC) menceritakan bahwa acara ini digagas untuk media silaturahmi, antar santri dengan pengasuh, santri dengan santri, yang lama sudah menjadi alumni dari pesantren, sehingga dengan silaturahmi ini masing-masing bisa memberikan informasi perkembangan di daerah masing-masing. Sekaligus menjadi ajang tabbarukkan (ngalap barokah) kepada pesantren. Sehingga dilakukan kegiatan pra acara gelar alumni, karena alumni banyak latar belakang, ada yang pengusaha, seniman, politisi, property serta macam-macam.

“Kita kasih kesempatan untuk memperkenalkan karyanya, sekaligus menjadi media promosi. Besok pagi dilanjutkan dengan khotmil Qur’an di maqbaroh, malamnya dilanjutkan ngopi sufi, yang akan ngisi adalah kyai Lukman Hakim dari Jakarta. Lalu hari Sabtu, acara temu alumni. Halalbihalal sekaligus menentukan ketua Ikapete Pusat. Akan dihadiri pengasuh, dzuriyyah. Memberikan jaringan terhadap satu sama lain. Alumni bisa memberikan kepada pesantren,” ucap Pak Malik.

“Jadi untuk pemberdayaan desa, ini tahun kedua yang sudah dijalani, saya respon sekali, ini efeknya sangat positif buat usaha saya maupun alumni yang lain. Di luar itu, mungkin ada banyak hasil karya alumni, saya sendiri usaha di bidang kuliner Jepang. Untuk lokasi yang luas, nantinya bisa mengakomodir temen-temen alumni yang lain,” kata salah satu Ikapete dari Surabaya