Semangat ber-IKAPETE

IKAPETE Bersatu, Berkarya, Bermanfaat dan Berkah untuk Indonesia dan Dunia

Pengabdian ber-IKAPETE

Jangan Tanyakan Apa yang Kamu Terima namun Tanyakan Apa yang Telah Kau Abdikan

Friday

IKAPETE, Berbeda Itu Wajar Mari Kita Jaga Ukhuwah Islamiyah

Limo – Alumni Pondok Pesantren Tebuireng yang tergabung di Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) kemarin tampak memadati ruangan dan halaman Masjid Jami Al – Mutmainnah Meruyung guna mengikuti rangkaian kegiatan Halal Bi Halal Idul Fitri 1440 Hijriyah yang diselenggarakan oleh Ikapete Kota Depok dan DKI Jakarta.



Ketua panitia penyelengga H. Rian mengatakan, sejak ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Halal Bi Halal Idul Fitri 1440 Hijriyah, pihaknya langsung melakukan persiapan demi kelancaran acara seraya menghaturkan terimakasih kepada jajaran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Mutmainnah serta warga Kelurahan Meruyung yang telah menyediakan tempat pelaksanaan Halal Bi Halal.

“Alhamdullillah kami mendapat kemudahan mencari tempat yang representatif untuk pelaksanaan acara Halal Bi Halal dan kami bersyukur karena hampir semua Alumni dari angkatan tahun 60an yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya bisa hadir ” ungkap Rian yang diamini oleh Slamet Riyadi selaku Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikapete Kota Depok.

Selain diikuti oleh seluruh anggota alumni, Halal Bi Halal Alumni ponpes Tebuireng dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid, Guru besar Ponpes Tebuireng, KH. Musta’in Syafe’i Walikota Depok, KH. Mohammad Idris, Camat Limo, Zaenudin, jajaran Polsek Limo dan Koramil Limo serta para Lurah lingkup Kecamatan Limo dan para tokoh Ulama.

Hal yang sama di ucapkan Ketua PC IKAPETE Kota Depok Slamet Riyadi, Para Alumni dalam setiap tahunnya selalu mengadakan Halal bi Halal yang di maksudkan, menguatkan ukhuwah islamiyah persatuan dan kesatuan karena memang Tebuireng sama-sama kita tahu adalah yang melahirkan Nahdlatul Ulama NU. Intinya adalah memberikan kebaikan kepada masyarakat rahmatan lil alamin yang kedua mungkin dengan adanya halal bihalal ini setiap tahun kita mengharapkan agar adanya jalinan hubungan komunikasi yang baik.
“Allhamdulillah Ikapete senior maupun Junior yang ada di wilayah, berkumpul bersama para kiayi Tebuireng di Depok dan di Jabodetabek, sudah menjadi Kyai memang Ya intinya tadi untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat,” ujara Slamet.

Walikota Depok, KH Mohammad Idris mengaku, sangat bersyukur dan bangga diundang dalam acara Halal Bi Halal para Alumni Pesantren Tebuireng seraya berharap pelaksanaan Halal Bi Halal ini dapat meningkatkan tali silaturrahim antar alumni dan para tokoh ulama diwilayah Kota Depok.

“Saya sangat bangga mendapat undangan pada acara halal bi halal alumni Ponpes Tebuireng terlebih dan saya berharap semua alumni Ponpes Tebuireng diwilayah Kota Depok dapat memberikan kontribusi bagi upaya meningkatkan Syi’ar Islam dan pemberdayaan Ummat,” papar Idris.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid dalam wejangan meminta kepada seluruh ummat Muslim untuk tidak terpecah belah akibat berbeda pilihan dalam pelaksanaan Pilpres 17 April silam.
“Kita boleh beda pendapat dan beda pilihan tapi kerukunan antar Ummat harus tetap dijaga,” pungkas Gus Sholah sapaan akrab KH. Salahuddin Wahid,” tuturnya.

link sumber

Tuesday

Undangan Temu Alumni nasional XIV dan Halal Bi Halal 2019

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam silaturahmi teriring do'a, semoga teman-teman semua Bapak/ Ibu/ Saudara/ i selalu dalam bimbingan dan lindungan Allah SWT dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng atau biasa dikenal dengan IKAPETE memiliki kegiatan rutin tahunan yaitu Temu Alumni Nasional dan Halal Bi Halal yang diselenggaran di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Maka bersama ini kami sampaikan undangan untuk kegiatan dimaksud sebagai berikut:

 



Besar harapan kami teman-teman semua Bapak/ Ibu/ Saudara/i dapat hadir pada acara tersebut serta dapat berpartisipasi agar dapat terlaksana kegiatan tersebut.

Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



CATATAN
Untuk donasi bisa ditransfer ke Bendahara di Rek BRI Nomor 0023-01-000290-56-0 atas nama Rosul Suritno dan konfirmasi ke no telpon/WA 0813-3022-5201
Dapat juga melalu platfom digital (Gopay, Digital banking, ATM, Kartu kredit) di https://www.kitabisa.com/temualumni14


Friday

Halal Bi Halal IKAPETE Perkuat Tali Silaturahmi

Pesantren Tebuireng memanfaatkan bulan Syawal kali ini dengan menyelenggarakan Halal Bi Halal dan Temu Alumni Nasional XIII Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE). 500 alumni Pesantren Tebuireng hadir bersama Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahhuddin Wahid, Ketua Umum IKAPTE Pusat Drs. Ainur Rofik, KH. Qiswini selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng 8 Serang Banten, PPMI Alkalan Manukwari Selatan Papua Barat yaitu Gus Darto Syaifuddin, dan para undangan lainnya.



Acara yang digelar di halaman Pesantren Tebuireng (07/07/18), dimulai pukul 09.20 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB. Dalam susunan acaranya, temu alumni IKAPETE dan halal bi halal ini dikemas sangat rapi dan khidmat.

Acara dimulai dengan pra acara gambus al-Fatah, para tamu alumni disambut dengan lagu-lagu atau nasyid. Kemudian disusul dengan pembacaan tahlil ayat-ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh Ustd. Muhammad Abdul Aziz, dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Tebuireng, lalu pembacaan tahlil akbar yang dipimpin oleh KH. Ahmad Syakir Ridlwan.

“Dalam acara Halal bi halal dan temu alumni IKAPETE ini, kita sebagai para alumni, mari bersatu, mendukung, memperkuat dan meneruskan perjuangan hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari,” jelas Bapak Ainur Rofik, Ketua Umum IKAPETE sekaligus alumni Pesantren Tebuireng dari Gresik.

Di akhir acara, terjadi pelelangan lukisan karya Rozhy, salah satu pengurus Tebuireng, yang mana uang dari lukisan itu akan dijariyahkan kepada Pesantren Tebuireng Jombang. Adapun pemenang lelang lukisan tersebut adalah H. Sobri yang sekaligus Ketua IKAPETE Banten, dengan harga tertinggi Rp. 42.500.000. Kemudian acara dilanjut dengan ramah tamah di halaman Pesantren Tebuireng.

Acara halal bi halal ini dilengkapi dengan bazar yang berada tepat di belakang Masjid Pesantren Tebuireng. Bazar para alumni IKAPETE ini, terdiri dari bazar makanan, pakaian, buku bacaan hingga segala macam sandang dan pangan disajikan oleh para alumni IKAPETE. Ada sekitar 7 cabang lebih, yang membuka stand bazar, Gresik, Mojokerto, Jakarta, Banten, dan seterusnya.

Thursday

Alumni Diharap Teruskan Perjuangan KH. Hasyim Asy’ari

Dalam acara Halal Bi Halal dan Temu Alumni Nasional XIII Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE), Ketua Umum IKAPETE, Ainur Rofik memberikan sambutan yang sangat meriah serta menyampaikan harapannya kepada sekitar 500 alumni Tebuireng yang hadir, agar seluruh alumni tetap mempererat tali silaturahmi serta meneruskan perjuangan hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.



“Dalam acara Halal bi halal dan temu alumni IKAPETE ini, kita sebagai para alumni, mari bersatu, mendukung, memperkuat, dan meneruskan perjuangan hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari,” jelas Ainur Rofik, Ketua Umum IKAPETE sekaligus alumni Pesantren Tebuireng dari Gresik.

Selain itu, Ainur Rofik juga mengulas singkat perjalanan IKAPETE, tepat pada tanggal  07 Juni 2004, IKAPETE tumbuh dan lahir. Dalam pengarahannya, KH. Salahhuddin Wahid atau dipanggil Gus Sholah menyampaikan, jadikan periode ini menjadi tahun kebangkitan IKAPETE.

“Alhamdulillah, akhirnya pada periode ini, IKAPETE dapat bertemu dan mengukuhkan kembali tali silaturahim antar alumni,” tuturnya.

Adapun laporan perjalanan IKAPETE di tahun periode ini, pada hasil rapat kerja nasional disebutkan oleh Pimpinan Pusat IKAPETE, yaitu fokus pada konsolidasi organisasi, menata IKAPETE dengan baik, dan menambah data pimpinan cabang atau daerah yang belum terdata.

“Pada saat ini, yang sudah terdata ada 5 pimpinan daerah dan 15 pimpinan cabang. Jika nanti terdata kembali yang belum terdata, maka Tebuireng untuk periode depan, akan dibanjiri oleh Alumni,” jelasnya di akhir sambutan.

Peduli Kaum Duafa, Tebuireng Bangun Rumah Sakit dipaparkan pada Temu Alumni Nasional XIII

Pesantren Tebuireng bekerja sama dengan Yayasan Dompet Duafa Republika untuk membangun Rumah Sakit Hasyim Asy’ari yang nanti akan didirikan untuk melayani masyarakat luas, khususnya kaum duafa.



Dalam kesempatannya, Tim dompet duafa dari Yayasan Dompet Duafa Republika menyampaikan, bahwa dompet duafa adalah sebuah lembaga filantropi Islam, yang berkhidmat untuk memberdayakan kaum duafa melalui kegiatan filantropis, atau dengan kegiatan charity atau usaha yang biasa disebut dengan sosial enterprise. Melalui kegiatan inilah, dompet duafa memiliki bidang pendidikan, bidang sosio-ekonomi, bidang pemberdayaan, dan bidang kesehatan.

“Alhamdulillah dompet duafa memiliki 40 outlet klinik di Indonesia dari mulai aceh hingga papua. Kemudian di tingkat 1, dompet duafa memiliki 7 Rumah Sakit, dengan sistem wakaf bank mikro, hingga menjadikannya sebagai wakaf produktif. Sehingga apapun lahannya, mari kita menjadikannya sebagai wakaf produktif,” tutur perwakilan dari tim dompet duafa, yang sekaligus alumni Pesantren Tebuireng.

Yayasan Dompet Duafa Republika merasa banggsa bisa bekerja sama dengan Tebuireng, pesantren yang memiliki kredibilitas yang baik, untuk mendirikan Rumah Sakit Hasyim Asy’ari Dompet Duafa Tebuireng. Adapun RS. Hasyim Asy’ari,  akan berdiri di lokasi Museum KH. Abdurrahman Wahid, dengan tanah seluas kurang lebih 1 hektar. Rumah sakit ini dengan konsep rumah sakit umum tipe c, dengan kapasitas 100 tempat tidur. Layanan unggulan pada Rumah Sakit Hasyim Asy’ari ini adalah penyakit ginjal dan penyakit jantung.

“Alasan yang mendasari adalah karena dari data yang diperoleh, dua penyakit itulah yang banyak orang yg tidak dapat mengakses kesehatan dengan paripurna, karena terhalang oleh adanya administrasi dan mereka yang kesulitan membuat BPJS,” jelasnya.

Dengan begitu, bersama dukungan kita semua, khususnya para alumni, mudah-mudahan RS. Hasyim Asy’ari bisa berdiri pada tahun 2019 dan bisa menjadi langkah konkret kita untuk Pesantren Tebuireng, untuk 120 tahun Pesantren Tebuireng.

“Mari kita bersama mewujudkan RS. Hasyim Asy’ari ini, untuk bisa melayani masyarakat luas, khususnya kaum duafa,” terang tim dompet duafa di akhir sambutannya.

Temua Alumni Nasional IKAPETE, di Ponpes Tebuireng, Jombang, Lelang Lukisan KH Hasyim Asy’ari Puluhan Juta Rupiah

Dalam rangka Temu Alumni Nasional dan menjaga ukhuwah Islamiyah, Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Jombang, Sabtu (07/07/2018) menyelenggarakan Halal bi Halal dan temu alum nasional XIII. Acara yang digelar di halaman Pesantren Pondok Tebuireng, Jombang ini dihadiri para alumni Ponpes Tebuireng dari berbagai daerah di indonesia.



Hadir pula Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH. Shalahuddin Wahid (Gus Sholah), dan wakil Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin). Suasana acara semakin meriah dan menarik ketika di akhir acara lukisan K.H. Hasyim Asy,ari dilelang.

Lukisan tersebut ditawar hingga Rp 42.500 juta dan di menangkan H. Shofi dari pondok pesantren Tebuireng Cabang 8 Banten. Selanjutnya, uang hasil lelang lukisan tersebut diinfaqkan ke Pondok Pesantren Tebuireng

Ketua Ikapete, Ainur Rofik, menegaskan tentang peran suatu alumni. “Ada tiga tujuan Ikapete yang pertama penguatan silaturahin sesama alumni, kedua penguatan hungungan alumni dengan Tebuireng dan yang ketiga memperkuat kebersamaan perjuangan Kh.Hasyim As,ari .” ujar Ainur Rofik.
KarenA itu, Ainur Rofik berharap seluruh alumni Tebuireng mewakafkan sebagian kemampuan yang dimiliki untuk kepentingan santri, masyarakat dan umat.

sumber

Tuesday

Gus Sholah Sebut Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari Sudah Banyak Dilupakan

Masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1438 H., Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) berkesempatan memberikan nasihat dalam acara Halal bi Halal dan Haul Masyayikh Pesantren Tebuireng yang diadakan oleh IKAPETE (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) DKI Jakarta dan sekitarnya.



Acara yang berjalan khidmat ini mengusung tema “Melalui Halal bi Halal Kita Jalin Semangat Silaturahim yang Lebih Erat lagi antar Alumni Pesantren Tebuireng”. Hadir dalam acara tersebut para alumni, ulama, kiai, dan pengurus pondok putra/putri di Masjid an-Nur Cipete Jakarta Selatan pada Ahad (02/07/17).

Dalam kesempatan ini, Gus Sholah menyampaikan beberapa hal, termasuk mengenai informasi capaian, dan perkembangan Pesantren Tebuireng. Menurut beliau, Pesantren Tebuireng saat ini sedang meningkatkan kualitas maupun kuantitas. Salah satu caranya dengan membuka cabang pesantren di luar pulau Jawa. “Yang memprihatinkan itu yang di luar pulau Jawa,” tutur beliau.

Mantan aktivis HAM tersebut, bercerita tentang keadaan IAIN Ambon yan hanya mempunyai 20 persen mahasiswa yang mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar. “Jika yang di IAIN saja segitu, apalagi yang bukan,” ungkap Gus Sholah. Karena alasan itulah, cucu Hadratussyikh KH. Hasyim Asy’ari ini membuka cabang Pesantren Tebuireng di Ambon beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan ini pula Gus Sholah menyampaikan kepada para hadirin beberapa pemikiran KH. Hasyim Asy’ari yang mulai dilupakan oleh para pengikut beliau, khususnya pada jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Beliau menjelaskan secara rinci bagaimana peran KH. Hasyim Asy’ari dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.

Gus Sholah menjelaskan, secara tidak langsung peran KH. Hasyim Asy’ari dilakukan oleh keturunan dan santri beliau. “Pemikiran KH. Hasyim tersampaikan melalui KH. Wahid Hasyim saat jadi menteri agama, adapula melalui KH. Ahmad Shiddiq saat menerima Pancasila sebagai dasar negara yang mana beliau adalah santri mbah Hasyim,” ungkap suami Nyai Hj. Farida Salahuddin Wahid itu.

Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang ini juga menyampaikan keprihatinan beliau terhadap kondisi Indonesia saat ini. Menurutnya, ada beberapa pihak yang sekarang seolah-olah ingin membenturkan antara Indonesia dengan Islam.

“Mana yang benar? Saya warga negara Indonesia yang beragama Islam atau bukan? Kalau saya, lebih baik, saya warga negara Indonesia yang beragama Islam dan sebaliknya,” tegas beliau pada para hadirin halal bi halal.

Acara  ini diakhiri doa dan musafahah bersama pengasuh, masyayikh, serta para anggota IKAPETE DKI Jakarta dan sekitarnya. Seusai acar,  para hadirin dipersilakan untuk menikmati hidangan dan jajanan khas Jakarta yang disediakan oleh panitia.


Monday

Munas XII IKAPETE, Gus Solah Ajak Alumni Tebuireng Tulis Pemikiran Mbah Hasyim

KH Salahudin Wahid (Gus Solah), pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang mengajak alumni pondoknya menulis pemikiran-pemikiran KH Hasyim Asy'ari untuk dibukukan. Itu tidak lain karena saat ini hanya sedikit sebagian orang yang gandrung akan pemikiran Mbah Hasyim yang juga merupakan pendiri organisasi masyarakat terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Solah saat acara Tahlil Akbar, Temu Alumni XII, dan Munas V IKAPETE (Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng) yang digelar di Halaman Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (22/07/2017).



"Saat ini sudah tidak banyak lagi melihat pemikiran Mbah Hasyim, termasuk juga orang NU. Ada juga orang yang membawa nama Mbah Hasyim, namun tidak menghargai Mbah Hasyim. Bahkan ada juga yang berniat untuk merubahnya," ujar adik kandung Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.

Oleh karena itu, Gus Solah mengajak masyarakat khususnya alumni Tebuireng untuk menulis dan mencari naskah yang hendak dibukukan oleh penerbitan Tebuireng. "Saya mengajak kawan-kawan untuk menulis buku tentang Mbah Hasyim, menulis naskah yang bisa diterbitkan, oleh karena itu saya meminta kepedulian untuk menulis dan mencari naskah tentang pemikiran Mbah Hasyim," tegas Gus Solah di hadapan ribuan alumni Tebuireng.

Sementara itu, Ketua Umum IKAPETE, K.H. Sahid berharap IKAPETE yang secara organisatoris sudah terbentuk di seluruh Indonesia mampu solid. "Secara organisasi Ikapete sudah terbentuk di Indonesia, kita bersama-sama membangkitkan Ikapete. Dan dana yang terkumpul pun merupakan dana yang paling banyak dan tidak meminta sumbangan," terangnya.
Itu sebabnya acara tersebut juga dijadikan sebagai ajang Grand Launching 10.000 sebulan untuk alumni Pesantren Tebuireng. Momen tersebut diresmikan langsung oleh Bu Nyai Hj. Faridah Salahuddin .

“Kita memulai dari diri sendiri untuk dana sepuluh ribu saja, dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim mudah-mudahan gerakan sepuluh ribu untuk Ikapete, kita mulai," kata Ny Faridah saat meresmikan Grand Launching tersebut.

Hadir dalam kesempatan tersebut, murid Hadratussyaikh Hasyim Asyari, KH Abdurrahman Badjuri dari Purworejo Jawa Tengah yang berharap para alumni Pesantren Tebuireng mampu mengembalikan masa keemasan Tebuireng.
"Kami mohon kepada Ikapete, kembalikan zaman keemasan Tebuireng seperti zamannya Hadratussyaikh Hasyim Asyari," pungkas Kiai kharismatik yang berusia 96 tahun ini.

sumber

Sunday

Pelantikan Pengurus IKAPETE 2017-2020, Tandai Kebangkitan IKAPETE

Sukses mengadakan Munas ke-5, Pada Ahad (29/10/2017) bertempat di Pesantren Tebuireng, tepatnya di gedung KH. M. Yusuf Hasyim Lantai 3, Pimpinan Pusat Ikapete (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) menggelar Pelantikan dan Rakernas untuk periode kepengurusan 2017-2020.
Pada kesempatan ini sekitar 200 alumni hadir dan ikut serta menjadi saksi ikrar pengabdian pengurus baru dalam menjalankan program untuk 3 tahun mendatang. Di bawah nahkoda Drs. Ainur Rofiq, Ikapete memiliki harapan baru, dalam bahasa Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid, adalah tahun kebangkitan Ikapete.


Ketua Panitia, Haji Lukman Hakim mengucapkan terima kasih atas kehadiran alumni dan kerja keras panitia dalam mensukseskan acara tiga tahunan ini. “Kami atas nama panitia mengucapkan mohon maaf apabila banyak kekurangan baik dari tempat dan lain sebagainya,” ungkap pemilik Toko Pakaian an Nur Jatirejo itu.

Lelaki yang selalu menempatkan diri sebagai santri tersebut menganggap dari tahun ke tahun Ikapete selalu berkembang dan maju. “Setahun yang lalu kami dengan Gus Sholah ke Banten, dan alhamdulillah respon dari Banten bagus, berdiri Pondok Pesantren Tebuireng ke 8. Ini juga karena alumni,” cerita beliau.

Bedirinya Tebuireng 8, menurut beliau, karena kesepakatan dan kebersamaan alumni dan pihak Pesantren Tebuireng. “Mudah-mudahan ketua yang sekarang dapat mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng yang sekarang. Alumni sekarang berbeda dengan alumn-alumni yang lalu,” ungkap mantan Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng itu.

Pengurus yang namanya sudah tercantum dalam kepengurusan berdiri diatas panggung untuk melaksanakan pelantikan. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh KH. Salahuddin Wahid dengan membacakan ikrar yang kemudian ditirukan oleh para pengurus baru terlantik sebagai bentuk sumpah pengabdian untuk menjalankan tugas dan program yang direncanakan.

Kemudian acara yang selanjutnya, amanat dari pengasuh pondok pesantren Tebuireng yang disampaikan langsung oleh Gus Solah.  Pada kesempatan tersebut, Gus Sholah sapaan akrab beliau, berharap bahwa tahun ini merupakan tahun kebangkitan Ikapete. “Hari ini kita bisa melantik Pengurus Pusat Ikapete. Kalau dulu pengurus dari akademisi, kalau sekarang pengusaha. Mudah-mudahan lebih dinamis. Semoga tahun ini menjadi tahun kebangkitan Ikapete,” ujar beliau.
“Jadi saya tidak muluk-muluk, saya ucapkan selamat kepada pengurus Ikapete. Saya selalu berpesan sederhana, buat program yang sederhana, tapi harus ada jangka panjangnya,” imbuh cucu Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari ini.

Ketua Umum Ikapete yang baru saja terlantik, menjelaskan, susunan pengurus periode 2017-2020 kali ini mempunyai ragam latar belakang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, lanjutnya, bila di antara alumni ada yang memiliki pemikiran hebat, tenaga, harta, maupun kemampuan lainnya, sangat dibutuhkan untuk membangkitkan kembali organisai alumni Tebuireng ini.

“Jika sebagian kemampuan yang kita miliki ini bersama-sama kita wakafkan untuk Ikapete, insyaallah Ikapate akan mengemban amanah yang ringan, dan insyaallah ikapete akan berjalan degan baik,”  ajak alumnus SMA A. Wahid Hasyim itu.


Monday

Buku Pemikiran Gus Sholah Siap Dibedah Sejumlah Tokoh Nasional kerjasama Pustaka Tebuireng dengan IKAPETE

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Dr (HC) Ir KH  Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah merupakan sosok kiai kharismatik dan terkemuka di tanah air. Cucu pendiri NU Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari ini kini banyak menjadi referensi tokoh-tokoh nasional berkat kedalaman pemikirannya baik tentang agama, bangsa, maupun negara.



Selain itu,  kegemarannya membaca juga diwujudkan dengan aktifitas Gus Sholah dalam mengisi rubrik di berbagai media cetak ternama tanah air seperti Kompas, HARIAN BANGSA, Jawa Pos, Republika, Pelita, dan lainnya.

Tak berhenti disitu,  untuk mengenal pemikiran Rektor Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng ini perlu diterbitkan buku yang berjudul “Memadukan Keislaman dan Keindonesiaan (Esai-Esai Kebangsaan)” yang diterbitkan oleh Pustaka Tebuireng.

Salah satu ciri khas pemikiran kebangsaan Gus Sholah adalah perpaduan antara pemikiran Mbah Hasyim panggilan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari dan pemikiran KH Abdul Wahid Hasyim, ayah Gus Sholah sendiri. Mbah Hasyim dan Kiai A Wahid dikenal sebagai pemimpin Islam yang mampu menjembatani semua pihak, terutama antara kelompok nasionalis dan Islam yang sempat bersitegang akibat pembahasan ideologi negara.

Kiai A Wahid Hasyim juga dikenal sebagai pemimpin Islam yang mampu mengayomi kelompok-kelompok Islam, meski berbeda paham. Menteri Agama RI pertama yang melahirkan IAIN (kini UIN) ini juga dikenal sebagai tokoh termuda anggota 9 Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang mampu menjembatani kelompok Islam tradisionalis dan Islam modernis.

Ketua panitia bedah buku, Yusuf Hidayat memastikan bahwa tokoh-tokoh agama dan berbagai pihak lainnya dipastikan akan menghadiri acara bedah buku tersebut.

“Banyak sekali peserta yang sudah konfirmasi mau hadir, baik pengusaha, aktivis, maupun tokoh-tokoh agama,” kata Yusuf Hidayat, seperti yang dilansir bangsaonline.com dan HARIAN BANGSA.

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa acara tersebut juga akan dihadiri para alumni Pesantren Tebuireng. “Alumni Tebuireng yang tergabung dalam Ikapete juga kompak bakal hadir.” Pungkasnya.
Untuk diketahui, buku setebal 300 halaman yang akan dibedah ini akan dibahas oleh para tokoh nasional. Diantaranya H Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos Group), Dr H Zulkifli Hasan (Ketua MPR RI), Prof Dr H M Nuh DEA (mantan Mendiknas, Menteri Komunikasi dan Informatika serta Rektor ITS), Prof H Dr Jimly Asshidiqie (Ketua Umum ICMI Pusat dan mantan Ketua MK) dan Prof  Dr H Nurkholis Setiawan (Irjen Kemenag RI).

Selain para tokoh itu juga bakal hadir Emil Elistianto Dardak (Bupati Trenggalek), Prof H M Nasikh (mantan Rektor Unair), Konbespol Dr Syafiin (Gus Syaf), Sekretaris Militer Presiden era Habibie, Gus Dur, dan SBY serta para tokoh lain. Bedah buku ini bakal dipandu moderator HM Mas’ud Adnan, S.Sos, M.Si, Direktur BBStv yang juga Direktur Harian Bangsa dan bangsaonlinecom.

Acara bedah buku ini akan digelar pada Ahad 22 Oktober mulai pukul 9.30 WIB di Hotel The Alana Jalan Ketintang Baru yang letaknya dekat Graha Pena Jalan A Yani Surabaya. Beberapa media patner diantaranya BBStv, HARIAN BANGSA, bangsaonline.com, Radio Network Suara Muslim, Pustaka Tebuireng, Tebuireng.online, yang akan menyukseskan acara tersebut.



Bedah Buku “Mengais Keteladanan Kiai Syansuri Badawi” kerjasama Pustaka Tebuireng dengan IKAPETE Surabaya

Pustaka Tebuireng kembali menerbitkan buku terbarunya. Buku yang berisi tentang keteladanan salah satu alumni Pesantren Tebuireng tersebut berjudul “Mengais Keteladanan Kiai Syansuri Badawi” yang dibedah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) pada Selasa (10/10/2017).

Acara bedah buku karya Ibhar Cholidi tersebut terselenggara berkat kerja sama antara Pustaka tebuireng, Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuiren (Ikapete), Manteb’s (Mahasiswa Alumni Tebuireng Surabaya) dan PMII setempat yang dihadiri lebih dari 200 peserta.
Dalam penuturannya, Ibhar Cholidi mengaku bahwa buku tersebut adalah buku memorial tentang Kiai Syansuri Badawi yang dulu pernah menjadi gurunya saat menjadi santri di Pondok Pesantren Tebuireng.

Selain itu, buku kelima dari penulis itu dihasilkan dari keistikamahannya menulis seusai menjadi imam Sholat Subuh. “Ini buku ke-5 saya yang saya hasilkan dari istikamah menulis di facebook. Setelah ngimami shalat Subuh maksimal saya menulis tiga halaman,” ujarnya.

Bagi penulis, Kiai Syansuri Baidawi adalah santri sejati dan kiai kharismatik. Salah satu tandanya adalah keistikamahan Kiai Syansuri Badawi dalam memakai sarung. Menurut penuturannya sarung menjadi pakaian kebesaran kiai yang menjadi pewaris ketiga sebagai qori’ Hadits Bukhari Muslim dari Hadratussyaikh Hasyim Asyari di Pesantren Tebuireng.

Dr. KH. Musta’in Syafi’i, M.Ag selaku pemateri dalam bedah buku tersebut juga memuji sosok kiai kharismatik tersebut. Kiai Syansuri Badawi adalah seorang yang memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus kiai yang aktif di pemerintahan.

“Di kalangan para santri, Kiai Syansuri dikenal sebagai sosok yang memiliki jadwal padat mengaji bersama santri di Masjid Pesantren Tebuireng. Namun di sisi yang lain Kiai Syansuri adalah sosok yang aktif di pemerintahan,” terang Kiai Musta’in yang juga pakar tafsir al-Qur’an Pesantren Tebuireng ini.
 
Kemudian, terangnya lebih lanjut bahwa  kesibukan Kiai Syansuri di pemerintahan sedikit banyak mengurangi jadwal mengajar di Pesantren Tebuireng. Untuk menyiasati hal itu, Kiai Syansuri mengadakan pengajian rutin di Jakarta bersama para alumni Tebuireng.

“Ketika itu, Kiai Syansuri sudah sepuh dan mobilisasi atau transportasi Jakarta-Jombang tidaklah mudah. Untuk itu, Kiai Syansuri sering mengadakan ngaji rutinan bersama alumni di Jakarta,” jelasnya.

Hal yang tidak kalah penting menurut Kiai Musta’in yang juga merupakan murid dari Kiai Syansuri  Badawi ialah kebiasaan  Kiai Syansuri yang gemar membaca Shalawat. Dalam santai atau sedang membaca kitab. Seakan-akan, beliau sudah mampu menikmati rekreasi dengan shalawat.


Kiai Abdurrahman Badjuri Saksi Sejarah Tebuireng dan Indonesia dalam Temu Alumni Nasional Tebuireng

Murid Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, KH. Abdurrahman Badjuri berkesempatan hadir dalam acara Tahlil Akbar, Temu Alumni XII, dan Munas V IKAPETE (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) yang digelar di Halaman Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (22/07/17).



Kiai yang kini berusia 96 tahun ini berharap agar para alumni Pesantren Tebuireng mampu mengembalikan masa keemasan Tebuireng. “Kami mohon kepada IKAPETE, kembalikan zaman keemasan Tebuireng seperti zamannya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari,” harap Kiai kharismatik ini.
Menurutnya lebih lanjut, saat itu produk keislaman dan kepolitikan itu dari Tebuireng. “Menteri pertama kita Wahid Hasyim dari Tebuireng, kita sudah tahu, menteri kedua Saifudin Zuhri dari Tebuireng, merdeka sekalipun dari Tebuireng,” terangnya.

Pesan dari Hadratussyaikh yang masih Ia ingat, “Kowe suk luruo duit nggo agomo. Ojo agomo nggo luru duit (Anda cari uang untuk agama, bukan agama untuk mencari uang),” terangnya saat mencuplik pesan Mbah Hasyim dengan tetap menggunakan Bahasa Jawa.

Selain itu, Ia juga menerangkan bahwa sebelum deklarasi kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, tepatnya pada tahun 1938 simbol-simbol bangsa Indonesia telah lebih dulu ada di Tebuireng.

“Tahun 1938 nyanyian Indonesia raya sudah berkumandang di Tebuireng, bendera merah putih sudah berkibar di Tebuireng, saya sendiri melihat dan mengikutinya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan Islam tidak bisa diangkat derajatnya apabila Indonesia tidak merdeka, dan proses kemerdekaan bangsa Indonesia tempo dulu tidak lepas dari doa dan perjuangan kiai-kiai Nusantara. “600 sampai 700 Kiai Indonesia berkumpul di Tebuireng untuk acara mujahadah yang dipimpin oleh Hadratussyaikh,” tandasnya.

Gus Sholah Ajak Alumni Sebarluaskan Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari

Setelah dibentuk  Pusat Kajian Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari pada bulan Februari lalu, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, Dr. (HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid mengatakan akan menggelar seminar tentang KH. Hasyim Asy’ari pada bulan Oktober mendatang, selain seminar, pihaknya juga akan menerbitkan buku tentang KH. Hasyim Asy’ari.



Hal itu Ia sampaikan pada Orasi Ilmiah dalam acara Tahlil Akbar, Temu Alumni XII, dan Munas V IKAPETE (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) yang digelar di Halaman Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (22/07/17).

Gus Sholah menyayangkan, era ini hanya sedikit orang yang gandrung akan pemikiran Mbah Hasyim yang juga merupakan pendiri organisasi masyarakat terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
“Ini dilakukan karena orang sudah tidak banyak lagi melihat pemikiran Mbah Hasyim termasuk juga orang NU, ada juga orang yang membawa nama Mbah Hasyim namun tidak menghargai Mbah Hasyim bahkan ada juga yang berniat untuk merubahnya,” ujar anggota Dewan Etik Mahkamah Konstitusi itu.

Oleh karena itu, Gus Sholah juga mengajak masyarakat khususnya alumni Tebuireng untuk menulis dan mencari naskah yang hendak dibukukan oleh Penerbitan Tebuireng.  “Saya mengajak kawan-kawan untuk menulis buku tentang Mbah Hasyim, menulis naskah yang bisa diterbitkan, oleh karena itu saya meminta kepedulian untuk menulis dan mencari naskah tentang pemikiran Mbah Hasyim,” tegas Gus Sholah di hadapan ratusan alumni Tebuireng.

Selain itu, sebagai bentuk konsennya Pesantren Tebuireng terhadap dunia literasi, Gus Sholah juga menyampaikan bahwa Pesantren Tebuireng sudah memulai kerja sama dengan penerbitan buku di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang berada dalam naungan pondok pesantren seperti Sidogiri. Hal itu dimulai dengan penukaran buku antara Penerbit Tebuireng dengan Sidogiri.

Terakhir, dalam Orasi Ilmiahnya, Gus Sholah berharap Munas V IKAPETE bisa berjalan dengan baik, “Program IKAPETE yang sederhana saja, program kerja itu bukan daftar keinginan, selamat bermunas, selamat bernostalgia,” pungkasnya.

Ketum IKAPETE Ajak Pengurus Baru Teladani Perjuangan KH. Hasyim Asy’ari

Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) melaksanakan Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional untuk periode kepengurusan 2017-2020 pada Ahad (29/10/2017). Acara yang dihadiri langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid, beserta Ibu Nyai Farida itu, berlangsung di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3.



Dalam kesempatan menyampaikan sambutan, Ketua Umum Ikapete, Drs. Ainur Rofiq menjelaskan, Ikapete merupakan wadah organisasi alumni Tebuireng yang harus siap melaksanakan amanat Pesantren Tebuireng, siap meneruskan perjuangan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, serta meneruskan cita-cita para kiai dan guru.

“Mbah Hasyim dan para kiai Tebuireng pun telah mampu mensukseskan Tebuireng, mensukseskan perjuangan, serta sukses dalam menciptakan santri militan, bahkan mampu menciptakan tokoh dan ulama besar,” ungkap pria asal Gresik itu.

Sebagai alumni Pesantren Tebuireng, lanjutnya, sudah seharusnya mampu meneladani KH. Hasyim Asy’ari dan guru-guru di Tebuireng yang mempunyai kekuatan lahir batin, serta kekuatan tirakat untuk berijtihad. “Sebagai pengurus Ikapete, sudah seharusnya mampu meneladani para kiai dan guru-guru,” tambahnya.

Ia juga memberikan semangat kepada para pengurus agar tidak pesimis dalam menjalankan program-program yang nantinya akan direncanakan. Menurutnya, alumni Tebuireng harus mengambil konsep dari Rasulullah, yiatu seberat apapun amanat yang dipikul, sebesar apapun amanat yang diberikan, akan menjadi ringan bilamana mempunya satu niat, tekat, dan satu pikiran yang diaktualisasikan dalam program.

“Kita kerjakan bareng-bareng, kita pertanggung jawabkan bersama-sama dan kita kubur dalam-dalam perbedaan-perbedaan yang tidak ada manfaatnya. Dengan kekompakan, bersatu rukun, insyaallah semua akan menjadi ringan, semua persoalan bisa kita bicarakan, semua masalah pasti ada penyelesaiannya,” jelas alumnus SMA A. Wahid Hasyim tersebut.

Susunan pengurus periode 2017-2020 kali ini mempunyai beragam latar belakang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ia berharap kepada para pengurus baru bila ada yang memiliki pemikiran hebat, tenaga, harta, maupun kemampuan lainnya, bisa disumbangkan kepada Ikapete untuk membangkitkan kembali organisasi alumni Tebuireng itu.

“Jika sebagian kemampuan yang kita miliki ini bersama-sama kita wakafkan untuk ikapete insyaallah Ikapate akan mengemban amanah yang ringan, dan insyaallah ikapete akan berjalan degan baik,”  ajak Ketum Ikapete.

Selain menyuarakan ajakan tersebut, Ainur Rofiq turut menghimbau para anggotanya untuk meneladani perjuangan Kiai Hasyim dalam mewakafkan segala kemampuan beliau untuk masyarakat, bahkan negara. “Jika belum mampu untuk meneladani perjuangan Mbah Hasyim yang begitu besar, sekurang-kurangnya harus mampu meneladani perjuanag Gus Sholah dalam mengembangkan Pondok Pesantren Tebuireng di era globalisasi seperti saat ini,” katanya.

Ainur Rofiq juga meminta kepada kepada para pembina dan penasihat Ikapete agar membimbing dan mengarahkan pengurus terlantik kepada kebaikan, karena di antara mereka banyak yang masih darah muda dan berpotensi bablas dalam berkreasi. “Kami mohon bimbingan, dan diarahannya. Bila perlu kami siap dijewer, bahkan kamin siap digundul seperti saat kami menjadi santri dulu,” celetuk Ketum disertai tawa hadirin.


Thursday

Ikrar Jabatan Pengurus Pimpinan Pusat IKAPETE Masa Khidmat 2017-2020

Pengurus baru Ikapete (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) untuk masa khidmat 2017-2020 telah dilantik. Pelantikan dipimpin langsung oleh KH. Salahuddin Wahid di Aula lantai 3 Gedung KH. M. Yusuf Hasyim pada Ahad (29/10/2017).



Pelantikan Pimpinan Pusat Ikapete dipandu oleh Dr. Agoes Moh. Moefad dengan membacakan struktural kepengurusan baru. Dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar jabatan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid diikuti oleh seluruh pengurus Pimpinan Pusat Ikapete. Seluruh pengurus Pimpinan Pusat Ikapete disumpah untuk dapat  menjalankan tugasnya dengan baik.

Dalam ikrar tersebut juga terdapat pernyataan bahwa seluruh pengurus dilarang menerima pemberian terlarang dalam bentuk apapun. Mereka dilantik untuk berkhidmat mengurus Ikapete dalam periode 2017-2020. “Kita harapkan Ikapete akan lebih baik dari pada sebelumnya, karena alumni yang dulu-dulu beda dengan alumni yang sekarang,” ungkap Ketua Panitia Pelantikan dan Rakernas PP Ikapete, Haji Lukman Lakim.

Berikut kami lampirkan isi ikrar pengabdian pengurus PP Ikapete 2017-2020:

Saya berjanji bahwa dalam menerima jabatan Pimpinan Pusat Ikapete saya akan menjunjung tinggi amanat yang dipercayakan oleh organisasi dengan penuh rasa tanggung jawab.

Saya berjanji bahwa dalam menerima jabatan Pimpinan Pusat Ikapete akan menunaikan segala kewajiban guna mewujudkan cita-cita Ikapete dengan berpegang teguh kepada peraturan dasar dan peraturan rumah tangga organisasi.

Saya berjanji bahwa dalam menerima jabatan Pimpinan Pusat Ikapete saya tidak akan sekali-kali menerima pemberian yang saya ketahui berhubungan dengan jabatan saya dalam organisasi yang akan merusak tubuh organisasi yang merendahkan martabat organisasi.

Saya berjanji bahwa dalam menerima jabatan Pimpinan Pusat Ikapete akan menjunjung tinggi Pesantren Tebuireng yang berakidah Islam Ahlussunnah wal jamaah.

Amanat Gus Sholah untuk Pengurus Baru IKAPETE Masa Khidmat 2017-2020

Pengasuh Pesantren Tebuiren, Dr.(HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid memberikan pengarahan dan amanah kepada Pengurus Pusat IKAPETE (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) yang baru saja dilantik, Ahad (29/10/2017) di Aula Bachir lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim Tebuireng.



Pada kesempatan tersebut, Gus Sholah sapaan akrab beliau, berharap bahwa tahun ini merupakan tahun kebangkitan Ikapete. “Hari ini kita bisa melantik Pengurus Pusat Ikapete. Kalau dulu pengurus dari akademisi, kalau sekarang pengusaha. Mudah-mudahan lebih dinamis. Semoga tahun ini menjadi tahun kebangkitan Ikapete,” ujar beliau.

“Jadi saya tidak muluk-muluk, saya ucapkan selamat kepada pengurus Ikapete. Saya selalu berpesan sederhana, buat program yang sederhana, tapi harus ada jangka panjangnya,” imbuh cucu Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari ini.

Selain itu, Gus Sholah juga menekankan kepada para alumni untuk mewujudkan sedekah bulanan. “Ingin mewujudkan sedekah bulanan, tahun lalu 10 ribu, ya tahun ini naikkan 20 ribu lah,” terang Gus Sholah dengan tersenyum.

Alumni di Banten bisa mempelopori dibangunnya Pesantren Tebuireng ke-8, lanjut Gus Sholah “Semoga ke depan bisa lebih baik, asalkan tidak royokan (red, rebutan),” pesannya.

Hal yang tidak kalah penting, Gus Sholah juga menyampaikan mimpi besar beliau untuk mendirikan Rumah Sakit Hasyim Asy’ari Dompet Duafa yang akan difungsikan untuk masyarakat kurang mampu di luar penerima BPJS. “Bulan Mei lalu Dompet Duafa kesini mencoba menjajaki ingin mendirikan Rumah Sakit Hasyim Asy’ari Dompet Duafa,” jelas Gus Sholah.

Untuk diketahui, saat ini sudah ada unit Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren) yang berada di sebelah utara Pondok Putri Pesantren Tebuireng yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi RS Hasyim Asy’ari Dompet Duafa, yang diharapkan oleh Gus Sholah akan menjadi RS terbaik di Kabupaten Jombang.

“Mudah-mudahan bisa berjalan bisa terwujud. Bermimpi menjadi rumah sakit terbaik di Jombang,” ungkap beliau. Terkait kepemilikan RS itu nanti, menurut Gus Sholah bukan hal yang terlalu disoalkan. Yang lebih penting menurutnya bagaimana saat ini barusaha untuk merealisasikan mimpi tersebut untuk membuat RS.

“Bagaimana kita mengawali sebuah langkah itu dan yang penting tidak berhenti langkah itu meski selangkah dua langkah. Semua yang ikut dalam kegiatan itu mendapat manfaat, manfaat itu mendapat pahala. Buat saya tidak penting kepemilikan siapa itu,” pungkas Gus Sholah.



Esok Hari, IKAPETE Akan Gelar Pelantikan dan Rakernas di Pesantren Tebuireng

Usai melaksanakan Musyawarah Nasional pada 22 Juli 2017 lalu, esok hari (29/10/2017) Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (PP Ikapete) akan mengadakan Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional di Pesantren Tebuireng. Acara yang akan dihadiri oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid tersebut, akan berlangsung di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3.
 

Salah satu panitia acara, Yusuf Hidayat menjelaskan bahwa alumni Tebuireng memiliki potensi yang besar sebagai khitmadnya kepada kemashlahatan umat, bangsa dan negara. Hanya saja, lanjutnya, kendati diikat oleh Tebuireng, secara instrinsik di internal alumni mencerminkan pula keberagaman.
“Itulah sebabnya, agar alumni mampu menghadirkan konstribusi yang besar bagi umat, bangsa dan begara, menghajatkan bersatunya alumni Tebuireng,” ungkap pengusaha travel haji dan umrah itu kepada Tebuireng Online pada Sabtu (28/10/2017).

Menurutnya, alumni Tebuireng mesti bersatu untuk menebarkan manfaat, karena memanglah, kemanfaatan kehadiran alumni mensyaratkan kesatuan pikir dan tindakan. Sebaliknya, rapuhnya ikatan alumni, hanya mendatangkan kemadaratan.

“Bersatunya alumni, tak cukup sekedar menjadi tekad, diteriakan dan berhenti di ranah oral. Kebersatuan mesti diwujudkan dalam bentuk kiprah nyata, bukan disebar sebarkan dalam wirid belaka,” kata penggagas Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) dan Pustaka Tebuireng itu.

Menjadi kebiscayaan, katanya, alumni ke depan memiliki roadmap yang jelas dan capaian yang terukur. Agenda ini, tambahnya, kian mudah diwujudkan jika alumni berdiri tegak dalam kesatuan ikatan alumni Tebuireng. “Itulah makna Bersatu Menebar Manfaat. Karena tentu tak elok, bila alumni justru menebar keretakan dalam tubuh alumni sendiri,” pungkasnya.

Dihubungi via WhatsApp (WA), Ketua Ikapate terpilih, Ainur Rofiq menjelaskan bahwa untuk acara esok, panitia Rakernas dan Pelantikan sudah siap melaksanakannya. “Tadi koordinasi langsung dengan panitia yang ada di Tebuireng, semuanya alhamdulillah sudah siap,” ungkapnya. Kesiapan tersebut, lanjutnya, baik dari segi kehadiran pengurus yang akan dilantik, protokolerr atau petugas acara, konsumsi, akomodasi dan lain sebagainya.

Ainur Rofiq juga memastikan bahwa esok haru, KH Salahuddin wahid akan secara langsung memberikan tausyiah dalam acara pembukaan Rakernas. Ia menjelaskan, pengurus Ikapete yang akan dilantik berjumlah 99 orang, sedangkan yang sudah melakukan konfirmasi kehadiran berjumlah 76 orang. Tak hanya itu, 36 orang dari perwakilan pengurus cabang dan wilayah Ikapete  juga akan hadir, sehinga total alumni yang akan datang sekitar 200 orang.

Dengan pelantikan dan rakernas ini, ia berharap dapat memperkuat Ikapete sebagai organisasi alumni Tebuireng untuk melakukan konsolidasi dan merealisasikan program-program yang nyata. “Terpenting mengumpulkan Kesamaan dan mengubur perbedaan yang tidak manfaat,” ungkap alumnus SMA A. Wahid Hasyim tahun 1985 dan Unhasy 1991 itu.



Didapuk Jadi Ketum IKAPETE, Drs. Ainur Rofiq Punya 3 Fokus Utama

Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) telah sah memilih pemimpin baru. Pada Munas  V Ikapete di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3 Pesantren Tebuireng, pada Sabtu (22/07/2017) lalu, peserta sidang telah memutuskan Drs. Ainur Rofiq sebagai nahkoda baru organisasi yang berdiri tanggal 27 Juni 2004 itu, untuk masa jabatan 2017-2020.



Melalui pemungutan suara anggota sidang, Drs. Ainur Rofiq unggul jauh dengna perolehan 31 suara atas pesaingnya, yaitu Pengasuh Pesantren Supercamp Laa Raiba Hanifida, Drs. KH. Hanifuddin  Mahadun, M.Ag., yang hanya mendapatkan 9 suara.

Didapuk sebagai ketum Ikapete, ia tentu punya rancangan program yang akan menjadi unggulan dalam masa jabatannya. Kepada Tebureng Online via WhatsApp, mantan anggota DPRD Gresik itu menjelaskan ada 3 item yang menjadi fokus perhatiannya.

“Program yang akan saya canangkan adalah, pertama penataan atau konsolidasi organisasi serta pembentukan Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Cabang (PC) Ikapete se-Indonesia. Kedua, penguatan ekonomi para alumni. Ketiga, pengumpulan dana dari alumni untuk alumni,” terang alumnus SMA A. Wahid Hasyim tahun 1985 dan Unhasy 1991 itu.

Jika ditinjau lebih dalam lagi saat pembukaan Tahlil Akbar, Temu Alumni Ke-XII, dan Musyawarah Nasional Ke-V, KH. Abdurrahman Badjuri selaku alumni Pondok Pesantren Tebuireng tertua mengungkapkan bahwa Ikapete harus mampu mengembalikan Pesantren Tebuireng ke masa KH. Hasyim Asy’ari.

Menanggapi permintaan alumni Tebuireng tertua saat itu, Drs. Ainur Rofiq memahaminya sebagai harapan pengembalian ideologi santri ke Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah yang sesuai dengan ajaran KH. Hasyim Asy’ari.

“Jika mengembalikan Tebuireng ke masa Mbah Hasyim, maka yang dikembalikan adalah ideologi santri pada pemikiran beliau yaitu Ahlusunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah,” kata Ketua Yayasan Masjid Baitul Hamdi Menganti Gresik itu.

Soal permintaan KH. Salahuddin Wahid kepada Ikapete untuk membuat daftar prigram bukan daftar keinginan, ia menerjemahkan, bahwa yang dimaksud adalah program yang sederhana, tetapi dapat terealisasi, bukan program yang muluk-muluk, tetapi hanya sebatas angan-angan.

“Program yang akan saya jalankan riil bukan program yang muluk-muluk, dan mampu mengukur kemampuan dari Ikapete sendiri. Dan yang terpenting program tersebut terealisasi,” jelas pria yang pernah menjadi Ketua CPISA (Correlatie Pelajar Islam Sunan Ampel) Surabaya-Gresik tahun 1985 itu.

Ditanya soal cara menjembatani hubungan Ikapete dengan alumni-alumni yang ada di daerah-daerah yang belum terjamah, ia menjelaskan akan mendata setiap alumni lewat PW dan PC bersangkutan memanfaatkan media WA, telepon, atau dari rumah ke rumah.

Ia juga mengomentari gerakan 10.000 perbulan peralumni sebagai langkah yang baik. Namun ia menegaskan bahwa gerakan itu hanya diperuntukkan bagi pesantren yang didirikan oleh alumni, buka untuk yang lain. “Penguatan ekonomi alumni bisa dengan koordinasi dengan pengusaha alumni yang sukses,” terangnya.

Beliau berharap pada kepengurusan Ikapete yang baru ini, mampu memperkuat Pesantren Tebuireng dan meneruskan perjuangan seluruh pengasuh dan sesepuh Pesantren Tebuireng.

“Saya Berharap, Ikapete wajib memperjuangkan cita-cita KH. Hasyim Asy’ari dan Pesantren Tebuireng serta bisa memperkuat Pesantren Tebuireng,” ucap pria yang pernah menjadi ketua Hikmatun Balighah (Himmah), organisasi gabungan beberapa organisasi daerah (Orda) di Pesantren Tebuireng yang sudah dihapus sejak 1990 itu.



Bazar Buku dan Pameran Lukisan Meriahkan Munas V IKAPETE

Dalam gelaran Tahlil Akbar, Temu Alumni XII, dan Musyawarah Nasional V Ikatan Keluaga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) pada Sabtu (22/07/2017), terpajang beberapa lukisan bertema ke-Tebuireng-an karya dua orang alumni di Gedung KH. Yusuf Hasyim lantai 1. Selain itu juga Pustaka Tebuireng juga ikut meramaikan dengan menyelenggarakan Bazar Boekoe Moerah di depan Masjid Tebuireng.



Dua alumni yang memamerkan beberapa lukisan mereka adalah Fatkhur Rozi dan Sya’roni. Beberapa lukisan tokoh ulama NU tersusung rapi menghiasi pintu masuk Gedung KH. M. Yusuf Hasyim. Lukisan yang berwajahkan para tokoh dan kiai Tebuireng tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para alumni.

Para tokoh yang terlukis antara lain KH. Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, Gus Dur, KH Adlan Aly, KH. Sansuri Badawi dan masih banyak lagi kiai-kiai Tebuireng lainnya. Harga yang ditawarkan pun cukup fantastis. Untuk lukisan KH. Hasyim Asy’ari berkisar 10.000.000. Lukisan lain ada yang ditawarkan dengan harga 3.000.000 hingga harga terrendah 750.000.

“melukis tokoh itu harus teliti, kalau nggak teliti bisa dimarahin orang banyak,” tukas Fatkhur Rozi pelukis asal Gresik, yang juga alumni Pesantren Tebuireng era 90-an. Ia bersama rekannya, Sya’roni atau biasa dipanggil Mansya’ memang kerap memamerkan karya-karya mereka pada acara-acara besar lain di Pesantren Tebuireng, seperti Haul Gus Dur.

Selain lukisan, acara temu alumni tersebut juga diramaikan oleh Pustaka Tebuireng dengan mengadakan Bazar Boekoe Moerah di depan Masjid Tebuireng. Selain menjajakan buku-buku terbitan sendiri, bazar buku Pustaka Tebuireng ini juga menjual sejumlah buku terbitan penerbit-penerbit ternama, seperti Kompas, Intrans, Republika, Mizan, dan lain sebagainya. Uniknya buku-buku tersebut dijual dengan harga miring.

Selain itu, penyelenggara bazar juga menyediakan kitab-kitab karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan sejumlah kitab lainnya. Bazar buku yang buka pada pukul 09:00 pagi tersebut turut mengundang antusiasme alumni untuk mampir membeli buku ataupun sekedar membaca. Rencananya bazar akan berakhir pada hari ini (23/07/2017).

“buku yang paling banyak dicari itu karya KH. Hasyim Asy’ari., yang sudah diterjemahkan oleh tim Pustaka Tebuireng,” jelas salah satu penjaga stan bazar, Septian Pribadi. Pimpinan Redaksi Majalah Tebuireng itu mengaku kualahan meladeni para pembeli, saking ramainya pengunjung yang datang mengnjungi bazar yang ia adakan. Soal, omset, ia masih belum berani berekspektasi, karena harus melalui proses penghitungan yang panjang.

Ainur Rofiq, Nahkoda Baru Ikapete 2017-2020

Kemarin (22/07/2017) sore, pada momen Tahlil Akbar dan Temu Alumni XII itu, Ikapete mengadakan Musyawaraoh Nasional yang ke-5 dengan adanya beberapa agenda sidang dan pemilihan ketua baru di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 3. Acara tersebut merupakan bagian dari reformasi untuk membentuk kepengurusan baru satu periode atau tiga tahun ke depan.



Usai melaksanakan agenda sidang tata tertib, komisi, hingga pleno, anggota sidang menentukan siapa kah yang pantas menduduki kursi pengabdian sebagai ketua umum. Formatnya setiap komisi menyetorkan satu nama yang ditunjuk menjadi calon.

Tiga nama sementara yang merupakan kandidat ketua Ikapete baru antara lain, Drs. Ainur Rofiq, Drs. Hanifudin Mahadun, M.Ag, dan Drs. H. Lukman. Mereka merupakan kandidat terkuat sementara dalam pemilihan yang diselenggarakan, dengan penyampaian kesanggupan menjadi kandidat ketua Ikapete.

Setelah penyampaian kesanggupan dari tiap kandidat, terdapat dua kandidat ketua Ikapete yang masih bertahan, yakni Drs. Ainur Rofiq dan Drs. Hanifudin Mahadun., M.Ag., sedangkan Drs. H. Lukman mengundurkan diri dengan alasan jauhnya jarak antara Jakarta Timur dengan Tebuireng.

Saat pemilihan melalui mekanisme pengambilan suara, anggota Munas diperkenankan mengambil hak suara untuk memilih satu di antara dua kandidat tersebut. Kandidat yang memiliki suara terbanyaklah yang akan menduduki jabatan Ketua Ikapete berikutnya. Dari hasil pengambilan suara itu, menunjukkan selisih angka yang sangat jauh di antara dua kandidat. Drs. Ainur Rofiq unggul dengan 31 suara, sedangkan Drs. Hanifudin Mahadun., M.Ag. hanya mendapatkan 9 suara.

Terpilih Drs. Ainur Rofiq yang berasal dari Menganti Gresik, sebagai ketua Ikapete berikutnya, menjadi babak baru penentuan nasib keberlangsungan Ikapete tiga tahun ke depan, apakah bergerak ke arah kemajuan ataukan stagnan, bahkan merosot.

Drs. Ainur Rofiq, ketika memberikan pernyataan kesanggupan menjadi ketua, mengaku siap memimpin Ikapete. “Saya siap menjadi ketua Ikapete,“ tegas pengusaha dan mantan anggota dew saat ditanyai kesanggupannya menjadi ketua terpilih Ikapete 2017-2020.

Dua Harapan Dr. H. Sahid HM untuk IKAPETE ke Depan

Ketua Umum Ikapete (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng), Dr. H. Sahid HM. M.Ag., menyampaikan sambutannya dalam acara Tahlil Akbar, Temu Alumni XII, dan Munas V Ikapete (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) di halaman utama Pesantren Tebuireng pada Sabtu (22/07/2017).



Beliau kini sudah berumur 50 tahun dan 26 tahunnya digunakan untuk mengabdi terhadap Pesantren Tebuireng. Belau sejak tahun 1991 sudah ditunjuk menjadi ketua Ikapete Jawa Timur dan kemudian menjadi ketua Ikapete pusat. Pada saat itu kondisi yang ada sangat dinamis. “Kemudian saya ditunjuk 2 periode lagi menjadi IKAPETE pusat,” jelas Dr. Sahid.

“Dan 2 tahun terakhir merasa agak lemah. Dan ternyata saya mengakui kebangkitan Ikapete mengalami kemerosotan,” tambah dosen UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Menurut beliau, secara organisatoris Ikapete sudah terbentuk, meskipun tidak menyeluruh se-Indonesia. “Mungkin ada kelemahan ada cabang yang sudah terbentuk tetapi tidak mau dilantik dengan alasan keuangan.  Padahal kita ini bersama-sama membangkitkan Ikapete,” ajak beliau.
Dr. Sahid berharap ke depan Ikapete yang sudah terbentuk dan terstruktur di dalam Surat Keputusan bisa menyeluruh di seluruh Indonesia dan dapat melaksanakan kegiatan secara baik dan konsisten.

Beliau mengakui, berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Ikapete memang sifatnya adalah act out, di antaranya adalah pelantikan pengurus di Tuban yang dilakukan oleh Ketua Ikapete Jawa Timur yang baru serta melakukan kegiatan yang berbasis ekonomi, yakni melaksanakan pameran ekonomi, baik yang berbasis pertanian maupun industri lokal.

“Dan ternyata direspon baik oleh Bupati yang faktanya banyak pondok pesantren yang tidak melaksanakan kegiatan yang semacam itu,” ungkap Dr. Sahid.

Beliau mengatakan, basis kekuatan Ikapete ke depan bukan hanya mengumpulkan kiai alumni Tebuireng, tetapi bagaimana dapat memberdayakan ekonomi masyarakat sebagaimana yang dicita-citakan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid.

“Oleh karena itu harapan ke depan adalah terjadi titik temu antara kemampuan intelektual dan pengusaha. Kalau saya hanya bisa mikir, tetapi tidak untuk melaksanakan,” pungkas beliau.